BELAJAR MANDARIN BANYAK MANFAATNYA

Les Mandarin Guru Native – Survey membuktikan, anak-anak mempelajari bhs mandarin dapat menolong meningkatkan IQ dan keterampilan mereka. Pada gambar nampak suatu sekolah bhs mandarin di Potomac, Marryland-USA, anak-anak sedang belajar bhs mandarin. (AFP)

Penelitian Ilmiah Membuktikan Bahwa Belajar Mandarin Bermanfaat Untuk Perkembangan Otak, Meningkatkan IQ dan Memperkuat Efektifitas Belajar, Pada Hasil Di dalam Bidang Ini, Aksara Zhengti Lebih Unggul Dibandingkan Jianti.

Ada yang percaya, 20 tahun yang bakal datang, bahasa mandarin akan menjadi bahasa yang paling penting, berhadapan dengan evolusi raksasa situasi dunia masa depan, sudahkah kita mempersiapkan diri?

Bocah etnik Tionghoa Mike dengan nama kecil “A Hua”, sejak kecil tumbuh besar di USA, sebab sang ayah ialah imigran guru besar universitas berasal dari Taiwan, oleh karena tersebut ia hanya dapat berbahasa Inggris dan logat Taiwan, sepatah kata mandarin ia-pun tak bisa. Ketika umurnya genap 6 tahun, sama dengan anak sebayanya, mulai menginjak sekolah SD di Amerika.

Sesudah semester kesatu tahun kesatu usai, prestasinya paling jelek, orang lokasi tinggal dengan kecewa memandang anak ini me sti mengulang, maka ditetapkan untuk ambil libur lebih dulu. Ayahnya kebetulan mendapat undangan memberi kuliah sekitar 3 bulan di suatu universitas Taiwan, maka diajaklah si Mike ke sana.

Di dalam kurun masa-masa 3 bulan yang sedang musim semi, Mike tak menyia-nyiakan waktu, family mengirimnya bersekolah di ruang belajar 1, SD Jin Hua – kota Taipei. Ia yang melulu berbahasa Inggris dan Taiwan merasa paling tertarik, tas anak-anak Taipei familiar beratnya, akan namun Mike tidak memandang nya sebagai derita, justeru setiap hari bersekolah dengan hati riang memanggul tas.

Perbedaan dengan bahasa Inggris dengan huruf bergaya “Langkah Kepiting”, aksara Tionghoa merupakan tulisan berbentuk kotak dengan cirri 4 rata dan 8 stabil, maka tersebut membuka kitab tulis anak, semuanya diajar dengan per satu petak – satu petak, semua murid terbenam di dalam kotak-kotak itu, dengan pensil, satu gores per satu gores dipenuhilah dengan aksara mandarin.

Sementara anak pada lazimnya menulis, namun Mike justeru menggunakan “Gambar/pictogram/画”, terkadang perlu melalui 2 atau 4 kotak baru dapat “menjejalkan” suatu aksara mandarin. Meskipun mencatat aksara mandarin dikomparasikan dengan anak-anak beda lebih menghabiskan tenaga, tetapi ia malah dapat menikmatinya.

Sesudah masa liburan 3 bulan berlalu dilalui, Mike tidak saja telah menguasai keterampilan paling fundamental bahasa Tionghoa, kecerdasannya seiring dengan tersebut menjadi terbuka. Setelah pulang ke USA, tadinya hendak mengulang pelajaran ruang belajar 1, tetapi guru sekolah tersebut menemukan keterampilan belajarnya sudah maju dengan pesat, langsung terperanjat: “Berdasarkan levelnya guna langsung masuk ke ruang belajar dua tidak masalah. ”

Pihak keluarga menyaksikan si Mike belajar bahasa mandarin melulu dalam tempo 3 bulan sudah memunculkan perubahan yang begitu besar, bagaimana tidak merasa takjub! Prestasi belajar Mike sejak saat tersebut membubung terus, 20 tahun kemudian, ia kini sudah menjadi seorang dokter spesialis anak-anak.

Belajar Bahasa Mandarin – Bermanfaat Meningkatkan IQ
Belajar bahasa mandarin, ternyata bermanfaat untuk pengembangan benak besar? Ini tidak saja kasus menarik milik Mike, tidak sedikit anak-anak di semua dunia sesudah mempelajari bahasa Tionghoa, mempunyai hasil yang serupa, tentang hal ini sudah semenjak lama terus menerus diperlihatkan oleh sejumlah riset ilmiah.

Bulan Mei 1982, pakar psychology Dr. Cha De Lin (red.: Terjemahan harfiah dari bhs mandarin, tidak akurat) di majalah iptek yang tersohor di semua dunia, mempublikasikan sebuah tulisan yang menggegerkan dunia. Cha De Lin mengerjakan penelitian terhadap IQ anak-anak dari lima negara yakni: Inggris, Amerika, Perancis, Jerman-barat dan Jepang, mengejar bahwa IQ keempat negara Amerika dan Eropa nilai rata-ratanya 100, sementara IQ rata-rata anak-anak Jepang merupakan 111, sebabnya merupakan anak-anak Jepang sudah mempelajari huruf Kanji (aksara mandarin).

Proses rancang bangun aksara, ialah sebuah kegiatan beranggapan cukup besar, antara beda dengan pemusatan konsentrasi. Pada gambar nampak 2 orang Perancis sedang berlatih kaligrafi di kabupaten Shen Nai Chuan – Jepang. (AFP)

Hasil resmi riset di Singapore pada bulan Januari tahun ini pun membuktikan, anak-anak belajar bahasa mandarin dapat meningkatkan IQ dan kemampuan. IQ anak Singapore berusia antara 6 sampai 12 tahun yang belajar bahasa mandarin lebih tinggi dikomparasikan dengan anak-anak Inggris, Jerman dan Australia, bisa jadi hal itu sehubungan dengan pembelajaran mereka bakal aksara mandarin yang berkarakter pictogram.

Sesuai berita , riset ini telah menganalisis 7.000 lebih anak-anak berusia antara 6 sampai 12 tahun, dengan memakai metode pengangkaan IQ yang dinyatakan internasional guna menimbang level IQ anak, kesudahannya disimpulkan, anak Singapore di dalam urusan penampilan, lebih unggul dikomparasikan dengan anak-anak Inggris, Jerman, Australia dan negara barat lainnya.

Dr. Zeng yang menyelenggarakan penelitian ini berpendapat, kondisi ini, bisa jadi telah mengindikasikan bahwa belajar bahasa mandarin, di dalam penambahan bidang IQ memerankan mutu yang lumayan penting. Hasil riset bersamaan tersebut juga menunjukkan, anak-anak yang dengan aktif mengekor kegiatan tambahan kurikuler, IQ mereka pun lebih tinggi dikomparasikan dengan anak-anak lain.

Demi memperlihatkan kebersangkutan an belajar bahasa mandarin dengan penambahan IQ, Dr. Zeng memperbandingkan anak-anak Singapore tersebut dengan anak-anak dari Hong Kong dan Korea yang sama-sama pun harus belajar bahasa mandarin, akhirnya diputuskan IQ anak-anak dari ketiga lokasi tersebut seimbang. Dr. Zeng menyatakan, ini pun telah membuktikan keanehan pictogram bahasa mandarin, dapat menolong meningkatkan IQ anak kecil dan memperkuat keterampilan belajar.

Tidak ada urusan yang berlangsung sendirian, Perancis pada tahun yll pernah mempublikasikan sebuah tulisan tentang “10 ALASAN UTAMA BELAJAR BAHASA MANDARIN“, menandakan keunggulan belajar bahasa mandarin, melewati peluang tulisan ini menganjurkan untuk orang Perancis guna belajar berkata bahasa mandarin.

10 dalil utama itu termasuk: Bermanfaat untuk bisnis, meningkatkan sebuah ketrampilan bekerja, belajar bahasa mandarin dengan dikhususkan bahasa lisan, fasih berbisnis atau melancong di Tiongkok, belajar bahasa mandarin tidaklah sukar, mempermudah dalam mengetahui kebudayaaan Tionghoa dll.

Diantaranya ada sebuah dalil yakni: “Belajar bahasa mandarin berfungsi melatih sel-sel syaraf”, dilafalkan oleh tulisan tersebut, aksara bahasa mandarin dapat menyatakan niat-pikirannya, saling berkebersangkutan an, laksana sebuah puzzle. Belajar mengetahui makna dari sekian banyak bagian, terkadang lebih memerlukan pergerakan benak dibandingakan dengan bermain Permainan Shu Du dari Jepang, pun lebih bermakna.

Seorang guru Perancis, pun telah mengejar rahasia misteri kegaiban ini, maka mulai menganjurkan anak-anak Perancis mempelajari bahasa Tionghoa, guru itu berkata: “Mengajarkan aksara bahasa Tionghoa untuk anak-anak Perancis, destinasi utamanya bukannya guna menguasai semacam perangkat komunikasi berbahasa, tetapi melalui belajar aksara mandarin guna membuka kepintaran anak-anak Perancis.”